Kamis, 04 Januari 2018

Esensi Bangun Pagi



 
        Sumber foto : Internet


Bangun pagi merupakan suatu aktivitas yang menyenangkan, sebab di pagi harilah keindahan alam itu terwujud dan sangat elok dipandang mata. Ketika sinar matahari di ufuk timur mulai memancar menyinari negeri, kondisi tersebut menambah pesona kecantikan dari alam itu sendiri. Namun, sebagian orang menganggap bangun di waktu pagi itu begitu sulit, apalagi ketika orang tersebut begadang di malam harinya.
Allah swt. menjadikan malam sebagai waktu untuk tidur dan beristirahat. Allah pulalah yang menjadikan siang untuk kita beraktivitas atau mencari karunia-Nya.
Tidur adalah keadaan alami bagi setiap makhluk hidup, khususnya manusia itu sendiri. Tidur sangat penting bagi kesehatan jasmani maupun rohani. Namun pada kenyataannya sebagian besar orang tidak memahami tidur yang berkualitas. Sering kali tidur dilakukan secara tidak teratur. Kualitas tidur yang kurang optimal menyebabkan sistem tidur menjadi tidak seimbang sehingga tubuh kehilangan energi lebih besar. Berdasarkan studi yang dilakukan University of California, diketahui bahwa orang yang tidur selama delapan jam atau lebih memiliki tingkat mortalitas 50% lebih tinggi. Hal itu menunjukkan kuantitas lamanya tidur tidak memberikan dampak positif pada seseorang.
            Adapun maksud dari bangun pagi adalah bangun dari tidur pada saat matahari belum menampakkan sinarnya. Rasulullah saw. mengajarkan kita untuk bangun pagi dan tidak tidur ketika usai shalat shubuh, beliau telah mendapati  putrinya bernama Fatimah masih dalam kondisi tidur. Maka beliau bersabda : “ Wahai anakku, bangunlah. Saksikan rezeki Tuhan-mu dan janganlah kamu termasuk orang yang lalai, karena Allah memberi rezeki kepada hamba-Nya antara terbit fajar dengan terbit matahari.” (HR. Imam Ahmad dan Al-Baihaqi).
Orang lebih mudah meraih kesuksesan dalam hidupnya dan mendapatkan kekayaan adalah orang yang menyambut rezekinya di pagi hari. Di saat orang lain masih terlelap dengan kenyamanan selimut di pagi hari, ia lebih memilih bangun dari tidur dan segera beraktivitas. Atau pada saat orang lain memilih tidur lagi usai shalat subuh, ia malah memilih menghirup udara segar di waktu pagi.
Bangun di pagi hari sangat bermanfaat, selain sebagai sumber keberkahan, berguna juga bagi kesehatan tubuh dan kecerdasan intelektual.

1.      Bangun pagi dalam segi kesehatan 

Tubuh sehat sudah pasti menjadi dambaan bagi setiap orang. Menjadikan tubuh kita sehat tidak perlu biaya yang mahal, dengan harus mengkonsumsi vitamin maupun makanan organik. Tubuh yang sehat bisa kita dapatkan dengan biaya yang sangat murah nan terjangkau, bahkan gratis, yaitu dengan membiasakan diri bangun pagi. Sehingga perasaan terasa bugar, segar dan bersemangat
Menurut para ahli dibidang kesehatan, udara di sepertiga malam yang terakhir, sangat kaya dengan oksigen dan belum terkotori oleh zat-zat lain, sehingga sangat bermanfaat dalam mengoptimalkan kemampuan bertahan dalam aktivitas seseorang selama seharian penuh. Inilah anugerah yang luar biasa besar dari Tuhan untuk makhluk-Nya.
Dengan bangun pagi kita akan menghirup udara yang segar, suasana yang sejuk dan tentunya terhindar dari polusi udara sehingga membuat perasaan tenang dan cocok untuk menghindari depresi dan kecemasan. Selain itu tentunya memiliki lebih banyak waktu sarapan. Dan sarapan merupakan kebiasan yang baik untuk kesehatan dan kebugaran sepanjang hari.
Setelah bangun pagi kita dianjurkan untuk mandi agar tubuh kita lebih bersemangat. Tubuh yang menyisahkan lelah setelah tidur semalaman, akan memberikan kesegaran dan siap untuk beraktivitas. Namun, banyak yang malas-malasan beranjak dari tempat tidur ke kamar mandi dengan alasan air yang dingin. Padahal, air dingin ini tidak hanya menyegarkan kulit tapi juga meningkatkan sistem kerja otot sehingga lebih fleksibel dan siap bergerak semangat.
Di pagi hari kadar gas ozon yang mengandung oksigen mencapai puncaknya dan akan menipis perlahan-lahan hingga matahari terbit. Manfaatnya sangat ampuh, diantaranya untuk mencegah kerusakan paru-paru, tersumbatnya urat nadi, penyakit gula (diabetes), asma, panuan, alergi, dan penyakit jantung. Selain itu, juga memperlancar peredaraan darah, meningkatkan kekebalan tubuh, serta merangsang urat saraf bekerja dengan baik.

2.  Bangun pagi dalam kecerdasan intelektual

Allah swt. menagnugrahkan akal kepada manusia agar bisa dijadikan sebagai media berfikir. Dengan cara berfikir, manusia mampu mengenal Tuhannya. Akal yang menjadi mediasi untuk berfikir ini bisa dimanfaatkan sedemikian rupa untuk hal-hal yang positif. Bahkan, akal pun bisa dipicu agar menjadi cerdas secara intelektual. Sementara itu, bangun pagi merupakan salah satu sarana untuk mengoptimalkan kecerdasan intektual tersebut.
Menurut Henmon, kecerdasaan terdiri atas dua faktor, yaitu kemampuan untuk memperoleh pengetahuan dan kemampuan memanfaatkan pengetahuan yang telah diperoleh.
Tingkat kecerdasaan seseorang dapat diperoleh ketika bangun pagi (menjelang waktu shubuh) karena meningkatnya kadar gas ozon  selain berguna bagi kesehatan juga bermanfaat bagi kecerdasan otak. Gas ozon yang berfungsi untuk memperlancar peredaran darah dan merangsang urat saraf bekerja dengan baik. Maka yang harus dilakukan adalah menarik napas panjang melalui mulut dan menghembuskannya lewat mulut akan memperlancar aliran darah menuju otak dan suplai oksigen ke otak lebih cepat, sehingga otak dapat berfikir lebih cepat.
Hormon lain yang memiliki puncak produksinya dari tengah malam hingga waktu pagi (waktu shubuh) yang dapat diperoleh ketika kita sedang tidur dan bangun, akan meningkatkan hormon cortisol. Hormon ini membantu mengahadapi stressor (penyebab stress), mengurangi peradangan dan keletihan. Jika kita bangun siang, wajah kita akan menjadi keriput dan dahi berkerut karena kekurangan hormon cortisol. Allah swt. berfirman dalam QS. Al-Muzammil ayat 6 yang artinya : “sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan”
Dalam ayat tersebut Allah swt. memerintahkan kita untuk bangun pada sepertiga malam terakhir. Di waktu inilah memudahkan otak kita untuk memahami pelajaran. Tidak heran jika pelajar yang terbiasa bangun pada pukul 03.00 untuk menunaikan shalat tahajjud kemudian melanjutkannya dengan belajar, maka akan lebih mudah memahami dan hafalannya juga lebih kuat.
Selain itu, hubungan bangun pagi dengan kecerdasaan dipengaruhi dengan banyaknya waktu untuk meningkatkan kecerdasan otak, yaitu dengan berjemur setelah terbit matahari sekitar 10-15 menit, sehingga memperoleh vitamin D dari sinarnya mentari, berfungsi untuk kecepatan dan kecermatan otak dalam mengolah dan mengingat informasi. Serta ada waktu untuk sarapan pagi, dengan makan pagi akan meningkatkan konsentrasi belajar dan memudahkan meyerap pelajaran. Sehingga prestasi belajar lebih baik, karena salah satu faktor yang mendukung terjadinya konsentrasi adalah terpenuhinya nutrisi yang cukup, terlebih lagi adalah nutrisi yang tersedia pada saat pagi hari.
Pentingnya bangun pagi sangat bermanfaat dari segi spiritual, kesehatan tubuh dan juga kecerdasan otak. Jika semua itu terpenuhi, maka kita akan dengan mudah meraih apa yang diinginkan. Bagi orang yang sudah terbiasa bangun pagi, sangatlah mudah bagi mereka. Namun, apabila orang yang susah bangun pagi, maka segeralah untuk tidur di malam hari, sikiranya tidur pada pukul 22.00 dan jangan lupa untuk berniat.
Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua, khususnya bagi diri pribadi penulis. Aamiin Yaa Rabb,,,



Tidak ada komentar:

Posting Komentar