Sumber foto : Internet
Bangun pagi merupakan suatu aktivitas yang
menyenangkan, sebab di pagi harilah keindahan alam itu terwujud dan sangat elok
dipandang mata. Ketika sinar matahari di ufuk timur mulai memancar menyinari
negeri, kondisi tersebut menambah pesona kecantikan dari alam itu sendiri.
Namun, sebagian orang menganggap bangun di waktu pagi itu begitu sulit, apalagi
ketika orang tersebut begadang di malam harinya.
Allah swt. menjadikan malam sebagai waktu untuk
tidur dan beristirahat. Allah pulalah yang menjadikan siang untuk kita
beraktivitas atau mencari karunia-Nya.
Tidur adalah keadaan alami bagi setiap makhluk
hidup, khususnya manusia itu sendiri. Tidur sangat penting bagi kesehatan
jasmani maupun rohani. Namun pada kenyataannya sebagian besar orang tidak
memahami tidur yang berkualitas. Sering kali tidur dilakukan secara tidak
teratur. Kualitas tidur yang kurang optimal menyebabkan sistem tidur menjadi
tidak seimbang sehingga tubuh kehilangan energi lebih besar. Berdasarkan studi
yang dilakukan University of California, diketahui
bahwa orang yang tidur selama delapan jam atau lebih memiliki tingkat
mortalitas 50% lebih tinggi. Hal itu menunjukkan kuantitas lamanya tidur tidak
memberikan dampak positif pada seseorang.
Adapun maksud dari bangun pagi
adalah bangun dari tidur pada saat matahari belum menampakkan sinarnya.
Rasulullah saw. mengajarkan kita untuk bangun pagi dan tidak tidur ketika usai
shalat shubuh, beliau telah mendapati
putrinya bernama Fatimah masih dalam kondisi tidur. Maka beliau bersabda
: “ Wahai anakku, bangunlah. Saksikan
rezeki Tuhan-mu dan janganlah kamu termasuk orang yang lalai, karena Allah
memberi rezeki kepada hamba-Nya antara terbit fajar dengan terbit matahari.”
(HR. Imam Ahmad dan Al-Baihaqi).
Orang lebih mudah meraih kesuksesan dalam hidupnya
dan mendapatkan kekayaan adalah orang yang menyambut rezekinya di pagi hari. Di
saat orang lain masih terlelap dengan kenyamanan selimut di pagi hari, ia lebih
memilih bangun dari tidur dan segera beraktivitas. Atau pada saat orang lain
memilih tidur lagi usai shalat subuh, ia malah memilih menghirup udara segar di
waktu pagi.
Bangun di pagi hari sangat bermanfaat, selain
sebagai sumber keberkahan, berguna juga bagi kesehatan tubuh dan kecerdasan
intelektual.
1. Bangun
pagi dalam segi kesehatan
Tubuh sehat sudah pasti menjadi dambaan bagi setiap
orang. Menjadikan tubuh kita sehat tidak perlu biaya yang mahal, dengan harus
mengkonsumsi vitamin maupun makanan organik. Tubuh yang sehat bisa kita
dapatkan dengan biaya yang sangat murah nan terjangkau, bahkan gratis, yaitu
dengan membiasakan diri bangun pagi. Sehingga perasaan terasa bugar, segar dan
bersemangat
Menurut para ahli dibidang kesehatan, udara di
sepertiga malam yang terakhir, sangat kaya dengan oksigen dan belum terkotori
oleh zat-zat lain, sehingga sangat bermanfaat dalam mengoptimalkan kemampuan
bertahan dalam aktivitas seseorang selama seharian penuh. Inilah anugerah yang
luar biasa besar dari Tuhan untuk makhluk-Nya.
Dengan bangun pagi kita akan menghirup udara yang
segar, suasana yang sejuk dan tentunya terhindar dari polusi udara sehingga
membuat perasaan tenang dan cocok untuk menghindari depresi dan kecemasan. Selain
itu tentunya memiliki lebih banyak waktu sarapan. Dan sarapan merupakan kebiasan
yang baik untuk kesehatan dan kebugaran sepanjang hari.
Setelah bangun pagi kita dianjurkan untuk mandi agar
tubuh kita lebih bersemangat. Tubuh yang menyisahkan lelah setelah tidur
semalaman, akan memberikan kesegaran dan siap untuk beraktivitas. Namun, banyak
yang malas-malasan beranjak dari tempat tidur ke kamar mandi dengan alasan air
yang dingin. Padahal, air dingin ini tidak hanya menyegarkan kulit tapi juga
meningkatkan sistem kerja otot sehingga lebih fleksibel dan siap bergerak
semangat.
Di pagi hari kadar gas ozon yang mengandung oksigen
mencapai puncaknya dan akan menipis perlahan-lahan hingga matahari terbit.
Manfaatnya sangat ampuh, diantaranya untuk mencegah kerusakan paru-paru,
tersumbatnya urat nadi, penyakit gula (diabetes), asma, panuan, alergi, dan
penyakit jantung. Selain itu, juga memperlancar peredaraan darah, meningkatkan
kekebalan tubuh, serta merangsang urat saraf bekerja dengan baik.
2. Bangun
pagi dalam kecerdasan intelektual
Allah swt. menagnugrahkan akal kepada manusia agar
bisa dijadikan sebagai media berfikir. Dengan cara berfikir, manusia mampu
mengenal Tuhannya. Akal yang menjadi mediasi untuk berfikir ini bisa
dimanfaatkan sedemikian rupa untuk hal-hal yang positif. Bahkan, akal pun bisa
dipicu agar menjadi cerdas secara intelektual. Sementara itu, bangun pagi
merupakan salah satu sarana untuk mengoptimalkan kecerdasan intektual tersebut.
Menurut Henmon, kecerdasaan terdiri atas dua faktor,
yaitu kemampuan untuk memperoleh pengetahuan dan kemampuan memanfaatkan
pengetahuan yang telah diperoleh.
Tingkat kecerdasaan seseorang dapat diperoleh ketika
bangun pagi (menjelang waktu shubuh) karena meningkatnya kadar gas ozon selain berguna bagi kesehatan juga bermanfaat
bagi kecerdasan otak. Gas ozon yang berfungsi untuk memperlancar peredaran
darah dan merangsang urat saraf bekerja dengan baik. Maka yang harus dilakukan
adalah menarik napas panjang melalui mulut dan menghembuskannya lewat mulut
akan memperlancar aliran darah menuju otak dan suplai oksigen ke otak lebih
cepat, sehingga otak dapat berfikir lebih cepat.
Hormon lain yang memiliki puncak produksinya dari
tengah malam hingga waktu pagi (waktu shubuh) yang dapat diperoleh ketika kita
sedang tidur dan bangun, akan meningkatkan hormon cortisol. Hormon ini membantu
mengahadapi stressor (penyebab stress), mengurangi peradangan dan keletihan.
Jika kita bangun siang, wajah kita akan menjadi keriput dan dahi berkerut
karena kekurangan hormon cortisol. Allah swt. berfirman dalam QS. Al-Muzammil
ayat 6 yang artinya : “sesungguhnya bangun
di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih
berkesan”
Dalam ayat tersebut Allah swt. memerintahkan kita
untuk bangun pada sepertiga malam terakhir. Di waktu inilah memudahkan otak
kita untuk memahami pelajaran. Tidak heran jika pelajar yang terbiasa bangun
pada pukul 03.00 untuk menunaikan shalat tahajjud kemudian melanjutkannya
dengan belajar, maka akan lebih mudah memahami dan hafalannya juga lebih kuat.
Selain itu, hubungan bangun pagi dengan kecerdasaan
dipengaruhi dengan banyaknya waktu untuk meningkatkan kecerdasan otak, yaitu
dengan berjemur setelah terbit matahari sekitar 10-15 menit, sehingga memperoleh
vitamin D dari sinarnya mentari, berfungsi untuk kecepatan dan kecermatan otak
dalam mengolah dan mengingat informasi. Serta ada waktu untuk sarapan pagi,
dengan makan pagi akan meningkatkan konsentrasi belajar dan memudahkan meyerap
pelajaran. Sehingga prestasi belajar lebih baik, karena salah satu faktor yang
mendukung terjadinya konsentrasi adalah terpenuhinya nutrisi yang cukup,
terlebih lagi adalah nutrisi yang tersedia pada saat pagi hari.
Pentingnya bangun pagi sangat bermanfaat dari segi spiritual,
kesehatan tubuh dan juga kecerdasan otak. Jika semua itu terpenuhi, maka kita
akan dengan mudah meraih apa yang diinginkan. Bagi orang yang sudah terbiasa
bangun pagi, sangatlah mudah bagi mereka. Namun, apabila orang yang susah
bangun pagi, maka segeralah untuk tidur di malam hari, sikiranya tidur pada
pukul 22.00 dan jangan lupa untuk berniat.
Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua,
khususnya bagi diri pribadi penulis. Aamiin Yaa Rabb,,,
