*tanpa sebab*
dirimu semakin hari semakin jauh
dirimu semakin menjauh semakin tak nampak
dirimu semakin tak nampak akhirnya kau menghilang
bagaikan debu yang diterpa angin
entah apa yang membuatmu seperti itu
engkau perlahan-lahan menghindariku
apakah ada yang salah pada diriku
ataukah dirimu yang merasa bersalah
sehingga kau pergi tanpa sekatapun
dan lenyap tanpa jejak....
dirimu semakin menjauh semakin tak nampak
dirimu semakin tak nampak akhirnya kau menghilang
bagaikan debu yang diterpa angin
entah apa yang membuatmu seperti itu
engkau perlahan-lahan menghindariku
apakah ada yang salah pada diriku
ataukah dirimu yang merasa bersalah
sehingga kau pergi tanpa sekatapun
dan lenyap tanpa jejak....
"Pagi Yang Geram"
Aku terbangun disudut rumah yang baru
luas bagaikan samudrah, hampa tak berisi
Aku dan sekelompok lain
berlari keluar dari rumah baru itu
kami sadar bahwa rumah itu tak bernafas
di luar kami ribut bersama kicauan burung
begitu panasnya di dalam rumah itu
pagi,siang,sore maupun malam sama saja
begitu ditelusuri ternyata rumah itu tak berjendela
bagaikan kubus yang tak berongga...
luas bagaikan samudrah, hampa tak berisi
Aku dan sekelompok lain
berlari keluar dari rumah baru itu
kami sadar bahwa rumah itu tak bernafas
di luar kami ribut bersama kicauan burung
begitu panasnya di dalam rumah itu
pagi,siang,sore maupun malam sama saja
begitu ditelusuri ternyata rumah itu tak berjendela
bagaikan kubus yang tak berongga...
Kutipan terakhir "itulah asrama yang aku tempati, tak berjendela tapi gedungnya tinggi pas sekali dengan aku yang pendek untuk bisa menggapai cita citaku". Hahahahaha
BalasHapusDari mna k lgi dpt ini blog ?? Na tdk pernah qw share
BalasHapus